Thursday, March 29, 2012

What is ISLAM ?



Berikut dikemukakan beberapa definisi Islam.

DEFINISI PERTAMA

Dalam sebuah hadis, diceritakan  bahawa pada suatu hari malaikat Jibril yang berupa seorang arab badwi telah menemui Rasulullah Sallallahu’alaihiwasallam. Kemudian  malaikat bertanyakan baginda tentang Islam, sekaligus sebagai pelajaran kepada sahabat-sahabat yang hadir untuk mempelajari Islam. Dalam hadis itu, sebahagiannya, dinyatakan seperti berikut:

يا محمد أخبرني عن الاسلام فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم:
الاسلام أن تشهد أن لااله الاالله وأن محمدا رسول الله وتقيم الصلاة وتؤ تي الزكاة وتصوم ومضان وتحج البيت ان استطعت اليه سبيلا

Maksudnya:
“Khabarkanlah kepadaku, wahai Muhammad,  tentang Islam?. Berkata  Rasulullah Sallallahu’alaihiwasallam: Engkau mengakui bahawa tiada ilah melainkan Allah dan bahawa Muhammad Rasulullah, mendirikan solah, mengeluarkan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan dan menunaikan haji ke Baitullah jika berkuasa.”


DEFINISI KEDUA

Islam bererti tunduk, menyerah dan mentaati Allah, Rabbul’alamin. Ketundukan itu mestilah lahir dari kesedaran dan kerelaan bukan paksaan. Tunduk kerana terpaksa adalah sifat semulajadi bagi setiap makhluk Allah dan tunduk seperti ini tidak mengakibatkan timbulnya pahala atau siksa. Allah Subhanahuwata’ala berfirman:

Maksudnya:
“Maka apakah mereka mencari agama yang lain daripada din Allah, padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka mahupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan.”
(Ali-Imran: 83)

Kesemua makhluk tunduk di bawah ketentuan Allah, baik dari segi kejadian, kekal dan fananya. Dalam aspek ini manusia sama dengan makhluk-makhluk yang lain.

Adapun tunduk dengan kesedaran adalah hakikat Islam. Ketundukan seperti ini akan mengakibatkan pahala dan dosa. Sebagai bukti seseorang itu tunduk kepada Allah  ialah menerima din-Nya dengan penuh kesederan.

Islam dalam pengertian ini merupakan din yang diredhai Allah. Din yang diwahyukan kepada Rasul-Nya untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia. Allah Subhanahuwata’ala berfirman:

Maksudnya:
“Sesungguhnya din (yang diredhai) di sisi Allah hanyalah Islam.”
(Ali-Imran: 19)

Maksudnya:
“Barangsiapa mencari agama selain din Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.”
(Ali-Imran: 85)

Maksudnya:
“Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh dan hanya kepada Allah-lah kesudahan segala urusan.” 
(Luqman: 22)

Maksudnya:
“Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'qub. (Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih din ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk din Islam. Adakah kamu hadir ketika Ya'qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: "Apa yang kamu sembah sepeninggalku?" Mereka menjawab: "Kami akan menyembah Ilahmu dan Ilah nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Ilah yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya".
(Al-Baqarah: 132-133)

Kalimah Islam dikhususkan untuk menamakan din yang diturunkan oleh Allah Subhanahuwata’ala kepada nabi Muhammad Sallallahu’alaihiwasallam yang bererti ketundukan dan ketaatan sepenuhnya kepada Allah.

Oleh itu nyatalah bahawa ketundukan manusia kepada Allah bukanlah kerana terpaksa.

Islam, dalam erti yang lebih khusus diterangkan di dalam firman Allah:

Maksudnya:
“Pada hari ini telah Ku sempurnakan untuk kamu din kamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu menjadi din bagimu.”
(Al-Maidah: 3)

Dapatlah dikatakan bahawa definisi Islam yang sesuai dengan pengertian di atas ialah: Islam adalah tunduk dan patuh dengan penuh kesedaran kepada Allah. Bukti kesedaran itu ialah dengan mematuhi peraturan-peraturan Allah yang diwahyukan-Nya kepada Rasul-Nya Muhammad Sallallahu’alaihiwasallam. Manakala Rasulullah pula telah diperintahkan agar menyampaikan ajaran Islam kepada umat manusia.

DEFINISI KETIGA

Islam adalah way of life atau peraturan bersifat menyeluruh yang mengatur kehidupan umat manusia dan menjadi dasar akhlak mulia, yang dibawa oleh Nabi Muhammad Sallallahu’alaihiwasallam untuk disampaikan kepada  manusia. Sesiapa yang mentaatinya akan diberi pahala dan sesiapa yang mengingkarinya akan dikenakan siksa. Allah Subhanahuwata’ala berfirman:

Maksudnya:
“Barangsiapa mencari agama selain din Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.”
(Ali-Imran: 85)

Agama yang dimaksudkan di sini ialah din Islam, sepertimana yang telah kami terangkan di atas, iaitu din Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad Sallallahu’alaihiwasallam.

DEFINISI KEEMPAT

Islam ialah kumpulan peraturan yang diturunkan oleh Allah kepada Rasul-Nya. Iaitu peraturan-peraturan yang berbentuk kepercayaan, ahklak, ibadah, mu’amalat dan sejarah yang terkandung didalam al-Qur’an dan as-Sunnah serta diperintahkan untuk disampaikan kepada umat manusia. Allah berfirman:

Maksudnya:
“Hai rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu daripada (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.”   (Al-Maidah: 67)

Allah telah menurunkan al-Quran dan as-Sunnah kepada Rasul-Nya. Di dalam al-Qur’an dan as-Sunnah  terkandung peraturan-peraturan, itulah Islam.

DEFINISI KELIMA

Islam merupakan jawapan yang benar terhadap tiga persoalan yang selalu dihadapi oleh manusia semenjak dahulu hingga kini. Tiga persoalan itu selalu mempengaruhi pemikiran manusia dalam hidupnya atau timbul ketika menghantar simati ke tanah perkuburan atau apabila melihat tanah perkuburan. Persoalan-persoalan itu ialah: Dari manakah manusia datang? Apakah tujuan kehidupan manusia? Ke manakah akhirnya kesudahan manusia?

Jawapan yang tepat dari tiga persoalan di atas telah dinyatakan oleh Rasulullah Sallallahu’alaihiwasallam, samada secara global ataupun secara terperinci, di dalam ajaran Islam.

Pertanyaan pertama dijawab oleh Allah di dalam firman-Nya:

Maksudnya:
“Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setitis mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar kami jelaskan kepada kamu dan kami tetapkan dalam rahim, apa yang kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, Kemudian kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatu pun yang dahulunya telah diketahuinya, dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.”
 (Al-Hajj: 5)

Maksudnya:
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik.”
(Al-Mukminun: 12-14)

Maksudnya:
“Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina. Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.”
(As-Sajadah: 7-9)

Maksudnya:
“Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setitis mani yang bercampur yang kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), kerana itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.” (Al-Insan: 1-2)

Maksudnya: 
“Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan? Dia diciptakan dari air yang dipancarkan. Yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan.”      (At-Thariq: 5-7)

Dalam ayat-ayat di atas  telah dijelaskan bahawa dahulu manusia tidak wujud, kemudian Allah menciptakan manusia dari tanah dan keturunannya dari air mani yang hina. Manusia yang pertama diciptakan dari tanah ialah Adam ‘Alaihissalam, manakala keturunannya diciptakan dari  air mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim), yang berasal dari antara tulang sulbi lelaki dan tulang dada perempuan.

Pertanyaan kedua dijawab oleh Allah di dalam firman-Nya:

Maksudnya:
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.”
(Adz-Zariyat: 56)


Ibadah (seperti yang dinyatakan dalam ayat di atas), mengandungi erti mengenali Allah serta tunduk dan patuh kepada peraturan-peraturan yang  ditetapkan-Nya untuk manusia. Ini bertujuan agar manusia mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Oleh itu manusia diciptakan untuk berbakti dan beribadah dalam erti kata  yang luas.

Pertanyaan ketiga dijawab oleh Allah di dalam firman-Nya:

Maksudnya:
“Hai manusia, sesungguhnnya kamu telah bekerja dengan sungguh–sungguh menuju Rabbmu, maka pasti kamu akan menemui-Nya.
(Al-Insyiqaq: 6)

Maksudnya:
“Allah menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkan)nya kembali, kemudian kepada-Nyalah kamu dikembalikan.”
(Ar-Rum: 11)

Maksudnya:
“Kemudian kepada Rabbmulah kembalimu, lalu Dia memberitakan kepadamu apa-apa yang telah kamu kerjakan.”
(Az-Zumar: 7)

Maksudnya:  
          “Dan bahwasanya kepada Rabbmulah kesudahan (segala sesuatu).”
(An-Najm: 42)

Maksudnya:
“Sesungguhnya kepada Rabbmulah kembalimu.”
(Al-Alaq: 8)

Ayat-ayat di atas menerangkan bahawa kesudahan manusia sesudah mati ialah kembali kepada Penciptanya untuk dinilai segala amalannya semasa hidup di dunia. Kemudian manusia akan dimasukkan ke tempat yang sesuai dengan ganjaran yang diterimanya. Jika beliau melakukan amalan soleh iaitu beribadah, maka beliau akan ditempatkan bersama mereka yang mendapat ganjaran syurga. Tetapi, jika beliau melakukan amalan jahat iaitu maksiat, maka beliau akan ditempatkan bersama ahli-ahli neraka.

DEFINISI KEENAM

Islam adalah ruh yang sebenar, petunjuk dalam kehidupan dan penawar bagi mengatasi masyarakat yang rosak sekiranya bersedia untuk mengikuti ajaran Islam. Allah Subhanahuwata’ala berfirman :

Maksudnya:
“Dan demikianlah kami wahyukan kepadamu wahyu (Al-Quran) dengan perintah kami, sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al-Kitab (Al-Quran) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi kami menjadikan Al-Quran itu cahaya, yang kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba kami, dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus. (Iaitu) jalan Allah yang Kepunyaan-Nya segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Ingatlah, bahwa kepada Allah-lah kembali semua urusan.”
          (Asy-Syura: 52-53)

Maksudnya:
“Dan kami turunkan dari Al Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.”
(Al-Isra’: 82)

Maksudnya:
“Katakanlah! Al-Qur’an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman.”
(Fushilat: 44)

DEFINISI-DEFINISI LAIN

Definisi-definisi yang telah dikemukakan di atas hanya merupakan contoh sahaja. Kemungkinan dapat ditambah lagi dengan beberapa buah definisi lain, jika definisi itu bersesuaian dengan pengertian Islam dan sifat-sifatnya. Kalimah-kalimah yang digunakan di dalam definisi itu mestilah terang dan jelas supaya tidak menimbulkan kesamaram dan keraguan.

Islam juga boleh didefinisikan sebagai din fitrah, berdasarkan firman Allah Subhanahuwata’ala:

Maksudnya :
“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada din (Allah), tetaplah di atas fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu, tidak ada perubahan pada fitrah Allah (itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”
(Ar-Rum: 30)

Islam juga boleh didefinisikan sebagai din tauhid daripada Allah Subhanahuwatala.

Islam mengandungi pelbagai sifat atau ciri-ciri sempurna yang lain seperti ilmu pengetahuan dan persamaan. Oleh itu Islam boleh didefinisikan dengan merujuk kepada sifat-sifatnya yang pelbagai.

DEFINISI-DEFINISI YANG TIDAK BERTENTANGAN

Jika diperhatikan kepada definisi-definisi dikemukakan di atas, akan didapati bahawa semuanya tidak bertentangan. Ini kerana pengertian dalam sesebuah definisi adalah bersesuaian dengan pengertian dalam definisi yang lain. Meskipun terdapat perbezaan-perbezaan kalimah, namun  ertinya adalah sama. Perbezaan dalam gaya penulisan atau bahasa dalam mengungkapkan pengertian Islam tidak akan membawa perubahan isinya yang sebenar.

FAEDAH DENGAN ADANYA BEBERAPA DEFINISI

Tujuan dikemukakan beberapa definisi Islam ialah supaya penda’wah dapat memilih salah satu definisi yang sesuai dengan keadaan masyarakat yang menerima da’wahnya. Definisi yang diketengahkan mengambilkira mental, permasalahan dan hajat penerima da’wah.

Kepada orang yang mempelajari dan mendalami falsafah, maka boleh dikemukakan definisi kelima sebagai jawapan kepada pertanyaan-pertanyaan mereka (iaitu Islam menjawab tiga persoalan – permasalahan asal kejadian manusia, tujuannya dan kesudahannya).

Kepada orang yang terlibat dalam bidang hukum atau kemasyarakatan, maka boleh dikemukakan definisi yang ketiga.

Kepada orang yang bukan Islam, maka boleh dikemukakan definisi yang pertama, iaitu Islam bermakna mengakui tiada ilah selain Allah dan Nabi Muhammad ialah pesuruh Allah.



Rujukan: Dasar-dasar Ilmu Da’wah (Terjemahan kitab Usul Da’wah) oleh: Doktor Abdul Karim Zaidan

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...